Breaking News

Bencana Banjir: Kesedihan Warga Gampong Pondok Pabrik yang Terlupakan

Ibu Jumiati 63 tahun warga gampong pondok pabrik kec. Langsa lama (foto:ist)

Kota Langsa
| Sabtu 10 Januari 2025, Jumiati (63) tahun, seorang warga, Gampong Pondok Pabrik, Kecamatan Langsa Lama, masih berduka dan masih berjuang hidup di rumah yang digenangi air lumpur lebih dari sebulan tidur dengan apa adanya.

Suaminya sakit dan mengungsi ke Mesjid Agung Darul Falah, sementara dia dan anak-anaknya terpaksa tinggal di rumah yang tidak layak.

Ia menambahkan, keadaan ini sangat memprihatinkan, terutama karena Pemko Langsa lamban menangani lantaran sudah lebih dari satu bulan air surut belum juga memberikan perhatian yang cukup kepada warga terdampak banjir, keluhnya.


"Pascabencana banjir itu membuat tiang rumah tempat saya tinggal bersama keluarga sudah terlihat miring, tiga (3) unit kendaraan sepmor saya juga ikut terendam lumpur bersama barang perabotan rumahtangga habis hanyut hanya tersisa pakaian di badan saja.


Selain itu, Jumiati menjelaskan keluarganya bukan satu-satunya yang terdampak banjir. Banyak lagi warga masyarakat Gampong Pondok Pabrik yang masih berjuang bertahan hidup ditenda pengungsian. Mereka membutuhkan bantuan segera, untuk bangkit terutama dalam bentuk rehab rumah dan kebutuhan dasar jadub, apalagi kan sekarang ini mau menjelang bulan ramadhan, ucap dia.


Saat ditemui awak media, Jumiati menceritakan bahwa dirinya pernah dikunjungi anggota DPRK Langsa yang menyarankan dia untuk pindah rumah karena rumahnya tidak layak dihuni lagi. 


Kemudian, ibu Susilawati menjawab bahwa Jumiati harus membuat laporan kerusakan rumah dan mengajukan permohonan bantuan kepemerintah pusat/daerah. 


"Jumiati berharap kepada pemerintah agar bantuan pascabencana banjir serta hak masyarakat kota langsa segera dipenuhi ', pintanya.


 


Type and hit Enter to search

Close