JAKARTA — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Gamal Albinsaid mengatakan bahwa kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebatas terbebas dari penjajah tetapi harus dimaknai dengan kemerdekaan berdaya yang dirasakan oleh seluruh warga negara.
Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam kegiatan Indonesia Muda Bicara edisi menyambut HUT ke-81 RI yang diselenggarakan Bidang Kepemudaan DPP PKS. Kegiatan ini mengangkat tema "... Adalah Hak Segala Bangsa" pada Sabtu, (15/08/2026) di Aula Kantor DPTP PKS.
“Dulu kemerdekaan itu mungkin kita capai dalam konteks kedaulatan. Nah, sekarang kemerdekaan ini kalau boleh saya katakan adalah kemerdekaan berdaya,” ujar Gamal.
Ia menilai kemerdekaan berdaya perlu diwujudkan melalui akses pendidikan yang merata, pekerjaan yang layak, hunian, hingga kesehatan. Ia menyoroti permasalahan anak muda dalam mengakses pendidikan tinggi, lapangan pekerjaan, mahalnya harga hunian, kemiskinan struktural, dan lainnya.
“Kalau dulu kolonialisme, sekarang ketimpangan ekonomi, pengangguran usia muda, kemiskinan struktural. Jadi, kemerdekaan itu harus dirasakan dengan hadirnya kesempatan kerja. Bukan hanya kesempatan kerja, tapi kesempatan kerja yang layak,” paparnya.
Ia juga menilai anak muda perlu mengambil peran lebih besar dalam kehidupan politik. Menurutnya, generasi muda tidak boleh apatis atau sekadar menjadi penonton dan pengkritik, tetapi harus berani menjadi penggerak perubahan.
"Kita anak muda tidak boleh hanya menjadi objek politik, menjadi komunitas politik, massa politik, tapi kita harus menjadi gladiator politik. Ide-ide, narasi, gagasan kita harus bergemuruh di panggung demokrasi Indonesia," ungkap Gamal.
Sebagai penutup, Sekretaris Bidang Pendidikan dan Kesehatan DPP PKS ini mengajak anak muda menjadi pahlawan masa kini yang melanjutkan perjuangan para pahlawan yang telah membebaskan Indonesia dari penjajahan fisik.
“Dan akhir kata, kemerdekaan adalah estafet panjang. Di tangan pemudalah yang menentukan seberapa jauh dan tingginya Indonesia melangkah,” pungkasnya.

Social Footer