Breaking News

Seragam Loreng di Jalan Berlumpur: Saat TNI Menjaga Asa Sekolah Anak-Anak Suka Makmur


Pelitaaceh Aceh.com
Fajar baru saja menyingsing di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Namun, langit pagi itu enggan bersahabat. Sisa hujan semalam menyisakan jalanan desa yang berubah wujud menjadi bubur lumpur yang licin dan pekat. 

Bagi orang dewasa, medan ini adalah siksaan. Bagi anak-anak sekolah, ini adalah ujian nyali harian.

​Di salah satu sudut tanjakan yang paling rawan, raungan mesin sepeda motor terdengar bersahut-sahutan, berjuang keras melawan gravitasi dan licinnya tanah.

Di sanalah, di tengah kepungan lumpur, berdiri sesosok pria berseragam loreng. Tubuhnya basah oleh keringat yang bercampur percikan tanah sepinggang.

​Ia adalah Letda Inf Eka, koordinator pembukaan jalan dalam program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke-128 Kodim 0117/Aceh Tamiang.

​"Ayo, sedikit lagi! Gas pelan-pelan!" teriak Letda Eka, Kamis (14/05/2026) dini hari.

​Kedua tangannya yang kekar langsung mencengkeram bagian belakang motor warga yang sedang membonceng anak sekolah. Dengan sekuat tenaga, ia mendorong kendaraan itu melewati tanjakan maut.

Tak jarang, jika melihat anak-anak yang tampak ketakutan atau kelelahan berjalan kaki, sang perwira pertama ini tanpa ragu langsung menggendong atau mengantarkan mereka langsung hingga ke area yang lebih aman.

® ​Bertaruh Nyali demi Ilmu

​Akses jalan yang sedang dibuka oleh Satgas TMMD ini memang menjadi satu-satunya urat nadi bagi anak-anak Desa Suka Makmur untuk menuju sekolah.

Saat pengerjaan fisik belum rampung, cuaca buruk kerap mengubah jalur ini menjadi jebakan yang membahayakan keselamatan.

​Namun, yang membuat Letda Eka terenyuh adalah mata anak-anak itu. Tidak ada keluhan, tidak ada air mata. 

Di balik seragam sekolah yang terancam kotor oleh cipratan lumpur, ada binar semangat yang menyala untuk tetap menuntut ilmu.

​Melihat pemandangan itu, Letda Eka tak bisa tinggal diam. Baginya, tugas TMMD bukan sekadar memegang sekop, mengomandoi alat berat, atau memastikan target infrastruktur selesai tepat waktu.

​"Melihat mereka tetap ingin sekolah dengan kondisi jalan seperti ini, rasanya tidak tega kalau kita cuma menonton. Membantu mereka adalah kewajiban, bukan pilihan," bisik nuraninya.

® ​Lebih dari Sekadar Pembangunan Fisik

​Aksi spontan penuh kepedulian dari Letda Eka dan anggota Satgas lainnya menembus sekat-sekat formalitas antara militer dan warga sipil.

Sentuhan humanis ini melahirkan rasa haru sekaligus syukur yang mendalam di hati masyarakat setempat.

​Mian, salah seorang warga Desa Suka Makmur, menatap haru ke arah para prajurit yang belepotan lumpur demi mengamankan jalur anak-anak mereka.

​“Kami sangat bersyukur dengan adanya bapak-bapak TNI di sini. Kehadiran mereka membuat kami merasa aman. Anak-anak jadi lebih semangat pergi ke sekolah, meskipun jalannya sedang sulit dilalui," ungkap Mian dengan mata berkaca-kaca.

® ​Sahabat di Pelosok Desa

​Apa yang terjadi di Desa Suka Makmur adalah bukti nyata dari esensi "Kemanunggalan TNI dan Rakyat". 

Di sini, TNI tidak hadir dengan wajah kaku penegak disiplin, melainkan sebagai sosok pelindung, kakak, dan sahabat yang mengulurkan tangan saat masyarakat membutuhkan.

​Infrastruktur jalan yang sedang dibangun lambat laun pasti akan selesai dan menjadi mulus.

Namun, memori tentang seorang perwira TNI yang mendorong motor dan menggandeng tangan anak-anak desa di tengah kubangan lumpur akan melekat selamanya di ingatan warga.

​Di balik pekatnya lumpur dan beratnya medan pelosok Aceh Tamiang, ada sebuah pesan kuat yang ditinggalkan: bahwa di tangan para prajurit ini, harapan masa depan anak-anak bangsa akan selalu dijaga dan diperjuangkan.



Type and hit Enter to search

Close