Breaking News

Pimpin Ratas KSSK, Presiden Prabowo Siapkan 7 Jurus Jaga Rupiah dan Terbitkan Panda Bonds


JAKARTA (Pelita Aceh.com)
Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Dalam ratas tersebut, disampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 tercatat 5,61 persen. 

Angka ini melampaui proyeksi berbagai lembaga internasional dan menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara G20, termasuk Tiongkok, Singapura, dan Amerika Serikat.


Pertumbuhan ditopang konsumsi masyarakat yang kuat serta kinerja ekspor-impor yang positif. Inflasi berhasil ditekan di angka 2,42 persen.

Kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan juga sangat tinggi, tercermin dari dana pihak ketiga yang tumbuh 13,55 persen dan pertumbuhan kredit 9,49 persen.

Merespons dinamika global, Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan pengawalan ketat terhadap nilai tukar Rupiah yang memiliki potensi besar untuk kembali menguat.

Melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter, Pemerintah dan BI menyepakati 7 langkah strategis.

Langkah ini mencakup penguatan intervensi pasar valas, koordinasi optimalisasi Surat Berharga Negara (SBN), penjagaan likuiditas, hingga penyesuaian batas pembelian dolar domestik demi menjaga stabilitas sistem keuangan.

Pemerintah memastikan ekonomi Indonesia berada dalam fase ekspansi yang kuat. Untuk menjaga momentum, pemerintah mengeksekusi beberapa langkah strategis, penerbitan Panda Bonds di Tiongkok untuk diversifikasi pembiayaan dengan bunga kompetitif dan mengurangi ketergantungan pada Dolar AS, menyiapkan peluncuran stimulus tambahan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di triwulan kedua.

Selain itu, pemerintah melaporkan perkembangan regulasi terkait devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan segera diberlakukan.

Rapat terbatas ini menegaskan arah kebijakan Presiden Prabowo: menjaga stabilitas sebagai fondasi utama dan memastikan pertumbuhan tetap inklusif serta berkelanjutan.

Di tengah ketidakpastian global, Indonesia menunjukkan ketahanan dan terus melaju dengan optimisme.



Type and hit Enter to search

Close