TEL AVIV (Pelita Aceh.com) — Militer Israel pada Senin (25/8/2026) menyerang dan mencegat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang menuju Jalur Gaza di perairan internasional. Sekitar 100 aktivis di dalam armada dilaporkan ditahan.
Siaran langsung dari armada memperlihatkan pasukan angkatan laut Israel menyerang dan menaiki kapal-kapal bantuan satu per satu.
Harian Israel Yedioth Ahronoth melaporkan para aktivis dipindahkan ke kapal angkatan laut yang disebut “penjara terapung” sebelum dibawa ke Pelabuhan Ashdod di Israel selatan.
Melansir Situs berita Walla menyebut hingga kini sekitar 100 aktivis dari misi kemanusiaan tersebut telah ditahan.
Rekaman video yang dibagikan penyelenggara memperlihatkan momen ketika pasukan Israel mendekati dan menaiki kapal-kapal bantuan.
Tim manajemen krisis flotilla mengonfirmasi serangan dan penahanan sejumlah kapal, sementara kontak dengan 23 kapal dalam konvoi dilaporkan terputus.
Operasi diperkirakan berlangsung beberapa jam karena jarak antar kapal yang berjauhan.
Status Hukum dan Tujuan Misi
Berdasarkan Konvensi Hukum Laut PBB 1982, pelayaran di perairan internasional dilindungi prinsip kebebasan navigasi. Kapal berada di bawah yurisdiksi negara bendera masing-masing.
Penyitaan kapal asing di perairan internasional umumnya dianggap melanggar hukum kecuali dalam kondisi tertentu, yang menurut penyelenggara tidak berlaku bagi Global Sumud Flotilla.
Armada menyatakan tetap melanjutkan pelayaran meski menghadapi ancaman serangan.
“Kami berada dalam siaga tinggi saat terus menuju Gaza. Kami menolak untuk diintimidasi,” demikian pernyataan mereka.
Kapal-kapal membawa bantuan kemanusiaan dan logistik, termasuk susu bayi, serta 426 peserta sipil tanpa senjata.
Peserta berasal dari 340 negara, di antaranya Indonesia, Turki, Jerman, AS, Brasil, Maroko, Prancis, Afrika Selatan, Inggris, dan Kanada.
Armada berlayar dari Marmaris, Turki, pada Kamis lalu untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza yang berlangsung sejak 2007.
Serangkaian Pencegatan Sebelumnya
Pada 29 April 2026, Israel dilaporkan mencegat misi bantuan lain di lepas pantai Kreta, Yunani, dan menahan 177 orang sekitar 600 mil laut dari Gaza.
Operasi serupa juga dilakukan Agustus 2025 terhadap armada internasional yang membawa lebih dari 500 aktivis dari 44 negara.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 72.000 orang tewas dan lebih dari 172.000 luka akibat serangan Israel di Gaza sejak Oktober 2023.
Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, Israel masih membatasi masuknya bantuan kemanusiaan sesuai kesepakatan ke wilayah yang dihuni sekitar 2,4 juta warga Palestina, termasuk 1,5 juta pengungsi. (**)


Social Footer