Breaking News

Jembatan Gantung Perintis Garuda 240 M di Aceh Tamiang Diresmikan Dandim dan Bupati: Anak Sekolah Tak Lagi Naik Perahu


SEKRAK (Pelita Aceh.com)
Pembangunan konektivitas wilayah terus dilakukan pemerintah bersama TNI. Jembatan Gantung Perintis Garuda yang memiliki panjang 240 meter dan lebar 1,2 meter, resmi dioperasikan di Desa Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (8/5/2026). 

Infrastruktur ini menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat setempat.

Peresmian dilakukan oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., bersama Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H.

Kehadiran jembatan ini menghubungkan Desa Sekerak Kiri dan Desa Bandar Mahligai yang sebelumnya terpisah oleh sungai tanpa fasilitas penyeberangan yang layak.

Sebelum jembatan dibangun, warga harus menyeberangi sungai dengan perahu bahkan dalam kondisi arus deras.

Situasi tersebut berisiko tinggi, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga yang beraktivitas harian.

Alternatif lainnya adalah memutar jalan hingga puluhan kilometer dan memakan waktu berjam-jam.

“Pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pemerataan infrastruktur agar masyarakat tidak terkendala dalam mengakses pendidikan dan kegiatan ekonomi. Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin keselamatan masyarakat,” ungkap Letkol Arm Raden Subhi saat peresmian.

“Sebelum ada Jembatan Gantung Perintis Garuda ini, warga harus menyeberang menggunakan perahu, termasuk anak ke sekolah. Ini tidak boleh terus terjadi di tengah pembangunan nasional yang terus berkembang,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Datuk Penghulu Desa Bandar Mahligai menyampaikan rasa syukur atas hadirnya jembatan gantung tersebut.

“Kini, aktivitas ekonomi warga menjadi lebih lancar, sementara anak-anak dapat pergi ke sekolah tanpa rasa khawatir. Semoga akses yang kurang di desa ini dapat juga diperbaiki. Terima kasih TNI,” katanya.

Infrastruktur ini sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga pelosok desa.





Type and hit Enter to search

Close