BANDA ACEH — Pengurus Dewan Pimpinan Daerah [DPD] Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia Aceh periode 2023–2028 resmi dikukuhkan di Hotel The Pade, Banda Aceh, Sabtu [16/5/2026].
Pengukuhan dipimpin Ketua Umum DPP APJI, Tashya Megananda Yukki, dan dirangkai dengan Rapat Kerja Daerah IV APJI Aceh bertema _“Menuju Jasaboga yang Profesional, Berdaya Saing dan Berkelanjutan”
Dalam sambutannya, Tashya mengapresiasi peran aktif APJI Aceh dalam menjalankan program organisasi sekaligus mendukung program pemerintah, terutama Makan Bergizi Gratis [MBG] dan ketahanan pangan.
“Program-program yang dijalankan APJI Aceh luar biasa dan bermanfaat untuk anggota. Kami mendukung penuh program pemerintah, terutama MBG dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Saat ini, APJI Aceh mengelola 20 dapur MBG yang beroperasi dengan standar keamanan pangan terjaga.
Selain itu, organisasi terus mendorong peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, edukasi keamanan pangan, dan kolaborasi dengan mitra nasional, BUMN, serta pemerintah.
“Kami ingin pengusaha mikro naik menjadi kecil, lalu berkembang menjadi menengah hingga besar. Potensi antardaerah juga terus kami sinergikan,” kata Tashya.
Aceh Jadi Percontohan Dapur MBG
Ketua DPD APJI Aceh, Muhammad Irfan, menyatakan kesiapan menjadikan Aceh sebagai percontohan atau _pilot project_ dapur MBG di Indonesia.
Ia menjelaskan, dapur MBG yang dikelola APJI tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui kerja sama dengan UMKM dan petani.
“Kebutuhan buah untuk dapur MBG dipasok langsung dari petani lokal, sehingga sangat membantu peningkatan pendapatan mereka,” kata Irfan.
Menurutnya, dampak MBG harus dirasakan hingga ke lapisan bawah masyarakat, baik dari sisi pemberdayaan SDM maupun peningkatan ekonomi.
Dengan pengukuhan ini, APJI Aceh diharapkan semakin memperkuat peran pelaku jasa boga dalam mendukung program nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Social Footer