![]() |
| Foto, ball _VietNamNet (11/01/2026) |
Tim U23 Vietnam mengikuti strategi pelatih Kim Sang Sik ketika mereka menghadapi tuan rumah Arab Saudi pada pukul 23.30 pada tanggal 12 Januari, dengan tujuan mengamankan tempat di perempat final Kejuaraan Asia U23 sebagai juara grup A.
Setelah mengamankan 6 poin penuh dari dua pertandingan, tim U23 Vietnam memiliki keunggulan besar dalam perebutan tempat di perempat final.
Tim asuhan pelatih Kim Sang Sik hanya perlu menghindari kekalahan, atau bahkan kalah (dengan selisih tipis), untuk melaju.
Bahkan dalam skenario terburuk, jika pertandingan antara U23 Yordania dan U23 Kirgistan berakhir imbang, atau jika tim Asia Tengah menang, U23 Vietnam akan melaju ke babak 16 besar.
Peluang untuk mencapai perempat final terbuka lebar bagi Van Khang dan rekan-rekan setimnya.
Tentu saja, menghadapi Arab Saudi U23 di kandang sendiri bukanlah tantangan yang mudah.
Tim Asia Barat ini memiliki kebugaran fisik yang prima, kecepatan tinggi, dan gaya bermain yang energik, terutama berbahaya ketika didukung oleh penonton tuan rumah yang antusias.
Namun, melihat apa yang telah ditunjukkan Vietnam U23 dalam dua pertandingan sebelumnya, peluang masih sepenuhnya berada di tangan tim asuhan Pelatih Kim Sang Sik.
Tim U23 Vietnam tidak menang karena keberuntungan semata, melainkan melalui ketekunan, kemampuan untuk menahan tekanan, dan mengetahui cara mengalahkan lawan di saat-saat krusial.
Inilah yang memungkinkan tim muda Vietnam memasuki pertandingan final dengan pola pikir yang jauh lebih proaktif daripada tim U23 Arab Saudi, yang berada di bawah tekanan untuk menang.
Kemenangan melawan U23 Yordania dianggap sebagai penampilan terbaik tim U23 Vietnam di bawah asuhan pelatih Kim Sang Sik. Itu adalah pertandingan di mana para pemain bermain dengan percaya diri, kompak, dan mampu mengendalikan emosi mereka dengan baik.
Namun, jika melihat kembali kemenangan melawan U23 Kirgistan, beberapa masalah masih tetap ada, terutama dalam pendekatan mereka terhadap permainan dan organisasi pertahanan.
Kesalahan-kesalahan ini tampaknya bukan berasal dari kurangnya kemampuan profesional, melainkan dari faktor psikologis.
Setelah awal yang antusias, tim U23 Vietnam terkadang kewalahan oleh gaya menyerang Kyrgyzstan yang cepat dan kuat. Akibatnya, pertahanan melakukan kesalahan berulang kali di menit-menit awal pertandingan, formasi tim menjadi renggang, dan mereka kehilangan inisiatif yang dibutuhkan. Namun, tim U23 Vietnam perlu menjadi diri mereka sendiri.
Itu adalah pelajaran berharga sebelum menghadapi U23 Arab Saudi. Untuk menang, atau setidaknya meraih hasil yang cukup untuk melaju, U23 Vietnam harus kembali ke kenyataan, meninggalkan sikap puas diri setelah dua kemenangan pertama.
Ketenangan, disiplin taktis, dan keyakinan pada gaya bermain yang telah ditetapkan adalah faktor kunci.
Menjadi diri sendiri bukan berarti bermain aman atau defensif.
Itu berarti mempertahankan identitas Anda: pertahanan yang fokus, transisi cepat, memanfaatkan bola mati dengan baik, dan yang terpenting, kepercayaan diri di setiap sentuhan akhir.
Dan kemudian, tim U23 Vietnam benar-benar dapat memikirkan kemenangan ketiga dan mengamankan tempat di perempat final.


Social Footer