Breaking News

Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan Dorong Subulussalam Capai Swasembada Pangan


PELITA ACEH.COM | Subulussalam – Menteri Koordinator Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, mengajak Pemerintah Kota Subulussalam untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengembangan swasembada karbohidrat dan protein. Hal itu disampaikan Menko Zulkifli Hasan dalam kunjungan kerjanya ke Kota Subulussalam, Kamis (8/1).

Dalam kegiatan tersebut, Zulkifli Hasan hadir bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Dr. Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Perdagangan Dr. Budi Hantoso. Kunjungan ketiganya disambut Wali Kota Subulussalam H.M.Rasyid, Forkopimda Kota Subulussalam dan Aceh Singkil, tokoh masyarakat, dan ulama setempat.


“Kota Subulussalam memiliki potensi luar biasa. Daerah ini punya lahan luas yang bisa dikembangkan untuk pertanian dan perikanan,” ujar Zulkifli Hasan dalam sambutannya.


Menko asal Provinsi Lampung itu mengaku terkesan dengan potensi pertanian dan kearifan lokal masyarakat Subulussalam. Menurutnya, dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, Subulussalam berpeluang menjadi salah satu sentra pangan baru di Indonesia bagian barat.


Ia menjelaskan, meski Subulussalam tidak memiliki wilayah laut, daerah ini tetap dapat meningkatkan ketahanan protein dengan membangun tambak-tambak ikan air tawar di setiap kampong. Program tersebut, kata Zulkifli, akan sejalan dengan program Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mendorong penguatan protein lokal.


Selain protein, ketahanan karbohidrat juga menjadi perhatian. “Setiap kabupaten dan kota harus mampu memenuhi kebutuhan beras dan karbohidrat secara mandiri. Di Subulussalam, saya lihat lahannya cukup luas, tinggal diatur mana yang untuk sawit dan mana untuk padi,” jelasnya.


Zulkifli juga menyinggung sektor perdagangan yang menurutnya harus berkembang seiring dengan peningkatan produksi pangan. Ia mendorong Pemkot Subulussalam untuk memperkuat sistem pasar dan perdagangan lokal agar hasil pertanian dan perikanan dapat terserap dengan baik.


Dalam kesempatan itu, Zulkifli menyampaikan rasa kagumnya saat berziarah ke makam Syekh Hamzah Fansuri, ulama besar asal Aceh.


“Sejarah Subulussalam dan Singkil luar biasa. Dari sini lahir banyak cendekiawan dan karya ilmiah berbahasa Arab dikenal luas di dunia Islam. Potensi seperti ini harus dijaga,” katanya.


Menariknya, Zulkifli juga menuturkan kesannya saat mendengar nama Sungai Lae Soraya. “Saya jadi terkejut, karena nama sungainya sama dengan nama istri saya, Soraya. Jadi makin kuat alasan saya memperjuangkan pembangunan kanal di Lae Soraya agar tidak terjadi banjir,” ujarnya disambut tawa hadirin.


Menutup sambutan, Zulkifli menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Subulussalam yang telah menyambut hangat kedatangan rombongan. Ia menegaskan, pemerintah pusat berkomitmen mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Subulussalam serta Aceh Singkil.


“Semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberi kekuatan kepada kita semua untuk memajukan Subulussalam,” pungkasnya.


 


Type and hit Enter to search

Close