AGARA (Pelita Aceh.com) — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan program swasembada pangan nasional.
Selaku pelaksana pendukung percepatan peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi, tim BRMP Aceh menerjunkan tim untuk melakukan koordinasi intensif di Kabupaten Aceh Tenggara pada 16–17 Juli 2026.
Langkah ini berfokus pada pengawalan program-program top-down dari Kementerian Pertanian (Kementan), khususnya rehabilitasi jaringan irigasi serta pendistribusian bantuan benih jagung bagi lahan-lahan yang terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan koordinasi bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara, Riskan. Dalam kesempatan tersebut, Riskan menyampaikan bahwa saat ini pembenahan infrastruktur pertanian tengah masif dilakukan, meliputi perbaikan jaringan irigasi tersier, instalasi irigasi pompa, hingga sistem irigasi pipa di sejumlah kecamatan.
"Perbaikan infrastruktur air ini menjadi kunci utama untuk mempercepat masa tanam, baik padi maupun jagung, sehingga para petani yang sempat terdampak bisa segera kembali produktif," ujar Riskan.
Tak hanya infrastruktur fisik, kelancaran pendistribusian bantuan juga bergantung pada validitas data. Oleh karena itu, tim BRMP Aceh bersama Koordinator Data Dinas Pertanian Aceh Tenggara, M. Effendi, menyelaraskan seluruh data pendukung percepatan tanam.
Focus sinkronisasi ini menyasar data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) penerima bantuan dari berbagai Direktorat Jenderal Kementan serta Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh.
Sinkronisasi data administrasi ini dinilai sangat krusial agar seluruh bantuan yang dialokasikan—maupun yang sedang diusulkan—dapat tersalurkan secara presisi, efektif, dan efisien demi mempercepat pencapaian target swasembada pangan di Bumi Sepakat Segenep.

Social Footer