Banda Aceh — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama di Indian Coffee House Aceh, Banda Aceh, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh para pengurus, guru besar, senior, serta anggota IDI Wilayah Aceh dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan di bulan suci Ramadhan.
Acara yang dimulai pada pukul 18.00 WIB tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan di antara para dokter sekaligus memperkuat solidaritas organisasi profesi kedokteran di Aceh.
Mengusung tema “Perkuat Kesejawatan, Menjalin Silaturahmi dan Meraih Berkah Ramadhan”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan.
Tetapi juga ruang refleksi bersama mengenai peran profesi dokter dalam menghadapi dinamika sistem kesehatan yang terus berkembang.
Ketua IDI Wilayah Aceh, Dr. dr. Muntadhar, Sp.B., Subsp.Ped(K), dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan waktu yang sangat tepat untuk memperkuat ukhuwah di antara sejawat dokter.
Menurutnya, organisasi profesi tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengembangan ilmu dan profesionalisme, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kebersamaan, solidaritas, dan komitmen moral dalam menjalankan profesi kedokteran.
“Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk menjaga kekuatan organisasi profesi.
Dengan kebersamaan yang terbangun, kita dapat terus memperkuat peran dokter dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan sekaligus menjawab berbagai tantangan sistem kesehatan yang terus berkembang,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Acara diawali dengan pertemuan serta diskusi ringan antarpengurus dan anggota, kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Nasai.
Dalam tausiah jelang berbuka puasa ini, Ustaz Nasai, mengingatkan pentingnya memaknai Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, menjaga harapan agar dapat kembali dipertemukan dengan Ramadhan di tahun mendatang, serta terus mempererat tali silaturahmi di antara sesama.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ketua Dewan Pembina POGI Cabang Aceh, Prof. Dr. dr. Rajuddin, Sp.OG(K), Subsp.FER.
Rajuddin menyampaikan refleksi mengenai pentingnya bioetika dan profesionalisme dalam praktik kedokteran.
Menurutnya, keberlanjutan dan martabat profesi dokter bertumpu pada tiga prinsip utama, yaitu ilmu yang rasional dan berbasis bukti, etika kemanusiaan yang melindungi pasien, serta independensi profesi dalam menjaga standar kedokteran.
Ia menegaskan bahwa sejarah kedokteran menunjukkan bahwa ketika salah satu dari prinsip tersebut diabaikan, praktik kedokteran dapat menyimpang dari tujuan utamanya bahkan berpotensi melanggar nilai-nilai kemanusiaan.
Karena itu, profesi dokter harus selalu menjaga keseimbangan antara ilmu, etika, dan tanggung jawab sosial, sehingga pelayanan kesehatan tetap bermartabat dan dipercaya oleh masyarakat.
Prof Rajuddin juga menekankan bioetika merupakan fondasi moral dalam praktik kedokteran.
Bioetika memastikan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi medis tetap berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.
Seorang dokter tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan ilmiah, tetapi juga kebijaksanaan moral dalam mengambil keputusan klinis, karena setiap tindakan medis pada akhirnya menyangkut hal yang paling berharga dalam kehidupan manusia, yaitu keselamatan dan martabat pasien.
IDI Wilayah Aceh berharap kegiatan silaturahmi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai kesejawatan dan solidaritas profesi.
Kebersamaan yang terbangun di antara para dokter diharapkan menjadi energi positif untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Aceh. (*)

Social Footer